Wednesday, January 9, 2008

"Cinta adalah persahabatan..."

....demikian kata tokoh Rahul, dalam filem Kuch-Kuch Hota Hai. Terlepas dari kegantengan Rahul yang diperankan oleh Shah Rukh Khan, kata2nya ini patut dipikirkan. Apa bisa ada persahabatan cowok dan cewek yang murni platonik? Atau setiap persahabatan itu pasti "dicemari" rasa cinta? Definisi persahabatan di sini jelas bukan hubungan teman yang sekedar hang out bareng, tapi sahabat menurutku berarti seorang teman yang sangat dipercaya, orang yang pertama diberi tahu kalau ada kejadian apa2, orang yang sangat mengerti diri kita, tau jelek2nya kita, tapi tetap bisa menerima kita apa adanya.

Well..aku inget waktu SMP pernah baca satu quote "Dalam persahabatan pria dan wanita, tidak mungkin tidak ada cinta." (Memang hobinya baca bacaan yang gak sesuai umur..huhu.. ) Newae, alasan kenapa aku inget quote itu adalah, pas SMP temen baikku semuanya cowok, asli gak ada yang cewek, dan dalam kenaifan anak SMP aku mikir "Ah ini mah omong kosong lah, memang orang dewasa selalu mengait2kan semuanya dengan cinta." *perhatian, pas itu aku merasa anak SMP lebih bijaksana dari orang dewasa dalam berbagai hal.*

Tapi.... sekarang ini kayaknya aku meyakini sepenuhnya kebenaran quote itu. Ya, dari pengalaman pribadi, dari berpikir secara logika juga. Dari pengalaman.. yah, aku beruntung pernah punya teman2 baik cowok yang mengajarkan aku berpikir dengan kepala dingin, jadi lebih tenang, dan nggak membesar2kan masalah, plus membuat hidupku fun banget karena...yeah...cowok lebih tau how to have fun beyond shopping..hehehe.. Cuma.. well.. dengan teman2 dekat cowok, kalau nggak aku yang "jatuh", ya temanku. Setelah berulang beberapa kali akhirnya kapok, karena berada dalam posisi menolak maupun ditolak seorang sahabat itu sama sekali nggak enak, ditambah "bonus" kehilangan seorang sahabat. Padahal yang namanya sahabat itu susah dicari dan kalau ketemu seharusnya dijaga dengan segala cara, tapi ya itu tadi.. bertepuk sebelah tangan pada seorang sahabat adalah salah satu posisi paling miserable yang bisa membuat orang memutuskan untuk melepas persahabatan itu daripada tersiksa terus.

Dari logika.. yah, yang namanya sahabat biasanya itu orang yang udah kita percaya, sangat kenal dan kita enjoy spend time with, jadi wajar aja kalau kemudian ingin menjadikan sahabat sebagai teman hidup.(Kecuali kalo anda punya prinsip "Apabila seseorang itu nggak cukup cakep untuk dijadikan pacar, baru dah dijadikan sahabat.") Dan bukannya yang paling bagus adalah kita menemukan sahabat terbaik sekaligus pecinta terbaik pada diri orang yang sama? Kalau nggak nanti runyam seperti ini:
Mami: "Ih papi! Masa sering banget ngobrol sama sekretaris itu! Makan siang berdua, pulangnya bareng...Apa kata dunia?!"
Papi: "Ah mami, jangan terlalu cemburuan ah.. Inem kan cuma sahabat saya..tidak lebih..orang kita ngomonginnya tentang bola kok..kan baru Liga Inggris.." *emang gak boleh sekretaris namanya Inem dan seneng bola.*
Mami: "Sebeeeeell!!! Sebeeeell!!!"

Huhuhuhu... ya terlepas dari ketidakmampuanku to stay serious for a long time, skenarionya kira2 gitu lah. Hm... bukannya aku sama sekali nggak percaya persahabatan platonik antara lawan jenis, cuma semua bukti2 menjurus ke arah sebaliknya. Yah.. bedanya antara persahabatan dan cinta bahkan lebih tipis daripada cinta dan benci... dan di batas yang tipis itu kadang2 kita lewat tanpa kita sadari dan tau-tau udah kejeblos aja.

Dari hasil research sih, persahabatan platonik itu lebih gede kemungkinan berhasilnya kalau:
a) Salah satu/ kedua belah pihak menyukai sesama jenis. *perhatian tidak untuk ditiru*
b) Keduanya sangat berdedikasi pada kegiatan yang sama sehingga fokus persahabatan itu nyaris tidak pada kedua pihak tapi selalu pada kegiatan itu. Menurutku ini adalah salah satu alasan mengapa persahabatan baik lebih "aman" di antara anak2 Tuhan yang sama2 passionate mengejar kerajaanNya. Oh ya,di antara anak2 arsitektur yang passionate mengejar submission juga ;p
c) ....tidak tahu apa lagi.. mungkin pembaca ada usul?

Dan faktor2 yang tidak mempengaruhi persahabatan platonik:
a) perbedaan ras / agama / latar belakang. Malahan hal ini bisa mengundang misery tersendiri kalau kita "ada rasa" pada seorang sahabat yang berbeda kepercayaan, misalnya. Cenderung menjerumuskan, I think.
b) Apabila satu/ kedua belah pihak sudah mempunyai pasangan serius. At worst, hal ini akan menimbulkan skenario "Teman Tapi Mesra".
c) Satu pihak adalah seorang uskup dan satunya lagi adalah biarawati. Sangat. Tidak. Dianjurkan. Apa kata dunia?!

Demikian ulasan akan persahabatan dan cinta. Terima kasih.

1 comment:

Anonymous said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my site, it is about the CresceNet, I hope you enjoy. The address is http://www.provedorcrescenet.com . A hug.