Wednesday, December 19, 2007

Berani Berkata (Tidak) Jujur

"Honesty is the best policy." Setidaknya itu yang sering dielu-elukan orang. Walaupun gak ada orang yang bisa 100% jujur seumur hidupnya, kebanyakan orang beranggapan sebisa mungkin manusia harus jujur. Bahwa kejujuran adalah sebuah virtue, sifat moral yang harus dijunjung tinggi.

...Aku mulai merasa itu omong kosong. Dunia ini gak mungkin bisa berjalan kalau nggak ada kebohongan. Okelah, kejujuran mungkin menunjukkan niat baik. Kejujuran mungkin tulus. Kejujuran mungkin noble, berani, dan apalah sifat2 terpuji yang lainnya. Tapi ada satu sisi dari kejujuran yang nggak semua orang sanggup menghadapi: kejujuran itu brutal. Bru.Tal. Makanya orang menerima bahwa ada yang disebut white lie. Kebohongan seorang cucu yang bilang bakal dateng 3 bulan lagi karena nggak tega liat neneknya nangis, padahal dia tau dia nggak bakal datang sampe setaun lagi. Kebohongan seorang sahabat yang mengubur perasaan "lebih" dalam-dalam daripada nyakitin orang yang paling dia sayang. Kebohongan seorang anak yang milih membohongi orang tuanya daripada mereka khawatir yang tidak perlu. Kebohongan seorang ibu yang memilih nggak memberitahu anaknya bahwa dia bangkrut karena nggak mau anaknya terpukul. Kebohongan yang ini dan kebohongan yang itu.

Masalahnya, di pikiran orang-orang, bahkan mungkin orang tukang bohong sekalipun, ditanamkan bahwa kejujuran= baik. Kebohongan = mutlak buruk. Makanya ada adegan sinetron seperti seorang cewek yang berlinang air mata ngadep ke seorang cowok dengan tampang super bersalah: "Rasa sayang mu ke di masih tersisa kan??!!! Kenapa kamu nggak jujur aja sama aku??!! Kenapa kamu nggak percaya sama aku??! Emang enak dibohongi! Sakit tau!"

Yeah, right. Kebohongan yang berjenis white lie sering menyakitkan buat orang yang dibohongi karena mereka merasa, sekali lagi, jujur = segalanya yang baik. Tapi memangnya orang yang bohong itu nggak sakit? Put it this way, dalam suatu situasi, orang yang memilih jujur itu biasa merasa punya pilihan, mereka bisa milih mau jujur atau bohong, dan mereka memilih jujur karena "It's the right thing to do." Sementara, orang yang bohong seringkali merasa nggak punya pilihan dan karena itu terpaksa rela berbohong dan menanggung segala cap nggak enak karena berbohong = perbuatan jelek. Demi untuk nggak menyakiti orang lain. Misguided? Twisted?

Salah nggak sih kalau aku menganggap kejujuran dan kebohongan itu statusnya sama, bahwa keduanya cuma sebagai alat, dan tergantung digunakan untuk tujuan apa. Tergantung apakah prinsip hidup seseorang itu adalah untuk selalu berkata jujur, atau untuk selalu mempertimbangkan perasaan orang lain. Apakah aku orang amoral, atau bahkan abnormal, kalau merasa berbohong, di waktu dan dengan cara yang tepat, adalah perlu?

....hueh....capek.... jadi orang suka mikir itu sulit. Jadi orang suka mikir dan sering mikir hal2 serius itu namanya menyiksa diri sendiri, belum kalau mikir bahwa toh kita nggak bisa praktek apa2 setelah mendalami teori dengan sedemikian njelimetnya. Ironis banget bahwa satu2nya cara bagi seorang pemikir untuk tetap berada di jalur waras adalah dengan cara sering-sering menyalurkan daya pikirnya untuk memikirkan hal2 remeh, ngawur, nonsensical dan lucu. Karena terlalu banyak mikir hal2 serius malah bisa bikin keseimbangan jiwa terganggu!


2 comments:

Anonymous said...

well, i do believe that "white lies" exist. sometimes we don't tell the truth, or tell only half-truth, for good reasons.

but, honesty shouldn't be only about personal choice.

think about (extreme case) if all the witnesses in the courts choose to give false testimonies, to tell their imaginations instead of about realities; if all scientists choose to fake their experimental data; if all husbands and wives choose not to hold their wedding vows ...

what do you think would happen? we would live in a totally confusing & uncertain world. nobody is trustworthy. nothing is reliable. we could no longer distinguish reality or imagination.

i believe that there should be universal morality. honesty is morally right, lie is immoral. without moral standard, the world will be in chaos. honesty is not the best policy. but still it's something good.

in practice, you will see many ppl lie. be careful! even your bestfriends may lie to you with whatever intentions. mayb after you feel the pain caused by lies, you'll understand more. just be careful... and if you don't have to, pls don't lie....

joy the penguin said...

hahaha masalahnya bukan bhw dalam hal2 tertentu, seperti pengadilan dan pernikahan, kita emang harus jujur. masalahnya adalah bhw kebohongan itu dicap 100% jelek padahal ada waktunya kita harus berbohong.